{"id":4182,"date":"2021-07-09T11:02:31","date_gmt":"2021-07-09T03:02:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.bundytubes.com\/?p=4182"},"modified":"2026-10-05T13:03:16","modified_gmt":"2026-10-05T05:03:16","slug":"astm-b68-seamless-copper-tube-bright-annealed","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/astm-b68-seamless-copper-tube-bright-annealed\/","title":{"rendered":"C12200 ASTM B68 Tabung Tembaga Tanpa Sambungan, Bright Annealed"},"content":{"rendered":"<p><strong><span class=\"fontstyle0\">1. Ruang Lingkup<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle2\">1.1 Spesifikasi ini menetapkan persyaratan untuk tabung tembaga tanpa sambungan yang mengalami proses anil cerah, cocok digunakan dalam sistem pendingin udara, saluran oli, saluran bensin, dan sebagainya, di mana tabung harus memiliki permukaan dalam yang bebas hampir sepenuhnya dari kerak dan kotoran.<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">1.1.1 Tabung yang dibuat dari salah satu dari Kode UNS Tembaga berikut harus disuplai, kecuali ditentukan lain dalam kontrak atau pesanan pembelian:<\/span><\/p>\n<table class=\"NormalTable\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"85\"><span class=\"fontstyle0\">Nomor UNS Tembaga<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">C10200<br \/>\nC10300<br \/>\nC10800<br \/>\nC12000<br \/>\nC12200 <\/span><\/td>\n<td width=\"219\"><span class=\"fontstyle0\">Jenis Tembaga<br \/>\nBebas oksigen tanpa deoksidan sisa<br \/>\nBebas oksigen, fosfor sangat rendah<br \/>\nBebas oksigen, fosfor rendah<br \/>\nDideoksidasi fosfor, fosfor sisa rendah<br \/>\nDideoksidasi fosfor, fosfor sisa tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span class=\"fontstyle0\">1.2 Nilai-nilai yang dinyatakan dalam satuan inci-pound merupakan standar, kecuali ukuran butir yang diberikan dalam satuan SI.<br \/>\n1.3 Spesifikasi ini merupakan versi pendamping dari Spesifikasi SI B 68M; oleh karena itu, tidak disajikan ekuivalen dalam satuan SI pada spesifikasi ini.<br \/>\n1.4 Pernyataan bahaya berikut hanya berlaku untuk metode uji yang dijelaskan dalam Bagian 20.5 dan 21.2.6 dari spesifikasi ini: <\/span><span class=\"fontstyle2\">Standar ini tidak dimaksudkan untuk mengatasi semua aspek keselamatan, jika ada, yang terkait dengan penggunaannya. Merupakan tanggung jawab pengguna standar ini untuk menetapkan praktik keselamatan dan kesehatan yang tepat serta menentukan penerapan batasan peraturan sebelum digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle3\"><strong>2. Dokumen yang Dikutip<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">2.1 <\/span><span class=\"fontstyle2\">Standar ASTM:<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">Spesifikasi B 68M untuk Tabung Tembaga Tanpa Sambungan, Annealed Terang[Metric]<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">Metode Uji B 153 untuk Ekspansi (Uji Pin) pada Pipa dan Tabung Tembaga serta Paduan Tembaga<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">Spesifikasi B 251 untuk Persyaratan Umum Tabung Tembaga dan Paduan Tembaga Tempa Tanpa Sambungan<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">Metode Uji B 577 untuk Deteksi Oksida Cuprous (Kerentanan terhadap Embrittlement Hidrogen) pada Tembaga<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">Klasifikasi B 601 untuk Penunjukan Temper pada Tembaga dan Paduan Tembaga \u2014 Tempa dan Cor<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">B 846 Terminologi untuk Tembaga dan Paduan Tembaga<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 3 Pedoman Persiapan Spesimen Metalografi<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 8 Metode Uji untuk Pengujian Tarik Bahan Logam<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 29 Praktik Penggunaan Angka Signifikan dalam Data Uji untuk Menentukan Kesesuaian terhadap Spesifikasi<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 53 Metode Uji untuk Penentuan Kandungan Tembaga dalam Tembaga Tak Berpadu dengan Gravimetri<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 62 Metode Uji untuk Analisis Kimia Tembaga dan Paduan Tembaga (Metode Fotometrik)<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 112 Metode Uji untuk Menentukan Ukuran Butir Rata-rata<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 243 Praktik Pemeriksaan Elektromagnetik (Arus Eddy) pada Tabung Tembaga dan Paduan Tembaga<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 255 Praktik Pengambilan Sampel Tembaga dan Paduan Tembaga untuk Penentuan Komposisi Kimia<\/span><span class=\"fontstyle0\">6<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">E 527 Praktik Penomoran Logam dan Paduan (UNS)<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>3. Istilah<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">3.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Definisi:<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">3.1.1 Lihat Istilah B 846 untuk definisi istilah-istilah terkait tembaga dan paduan tembaga.<br \/>\n3.1.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">pengilapan anneal<\/span><span class=\"fontstyle2\">, <\/span><span class=\"fontstyle3\">n<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014perlakuan termal yang dilakukan dalam atmosfer terkendali sehingga oksidasi permukaan diminimalkan dan permukaan tetap relatif cerah.<br \/>\n3.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Definisi Istilah Khusus dalam Standar Ini:<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">3.2.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">mampu<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014pengujian ini tidak wajib dilakukan oleh produsen bahan. Namun, jika pengujian lanjutan oleh pembeli menunjukkan bahwa bahan tidak memenuhi persyaratan ini, maka bahan tersebut dapat ditolak.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>4. Informasi Pemesanan<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">4.1 Sertakan informasi berikut dalam pesanan produk:<br \/>\n4.1.1 Penunjukan ASTM dan tahun terbitannya (misalnya, B 68 \u2013 95),<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">4.1.2 Nomor tembaga UNS (misalnya, C10200),<br \/>\n4.1.3 Kondisi perlakuan (Bagian 8),<br \/>\n4.1.4 Dimensi, diameter, dan ketebalan dinding (Bagian 16),<br \/>\n4.1.5 Cara pengiriman: panjang lurus atau gulungan,<br \/>\n4.1.6 Panjang total atau jumlah potongan untuk masing-masing ukuran,<br \/>\n4.1.7 Berat total untuk masing-masing ukuran, dan<br \/>\n4.1.8 Ketika produk dibeli untuk instansi Pemerintah Amerika Serikat.<br \/>\n4.2 Opsi berikut tersedia dan harus ditentukan pada saat pemesanan, apabila diperlukan:<br \/>\n4.2.1 Uji elektromagnetik (arus eddy),<br \/>\n4.2.2 Uji kerapuhan (embrittlement test),<br \/>\n4.2.3 Uji ekspansi,<br \/>\n4.2.4 Uji perataan (flattening test),<br \/>\n4.2.5 Sertifikasi, dan<br \/>\n4.2.6 Laporan uji pabrik.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>5. Persyaratan Umum<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">5.1 Bagian-bagian berikut dari Spesifikasi B 251 merupakan bagian tak terpisahkan dari spesifikasi ini.<br \/>\n5.1.1 Istilah dan Umum,<br \/>\n5.1.2 Bahan dan Manufaktur,<br \/>\n5.1.3 Pengerjaan, Permukaan Akhir, dan Penampilan,<br \/>\n5.1.4 Makna Batas Numerik,<br \/>\n5.1.5 Inspeksi,<br \/>\n5.1.6 Penolakan dan Pengujian Ulang,<br \/>\n5.1.7 Sertifikasi,<br \/>\n5.1.8 Laporan Pengujian,<br \/>\n5.1.9 Pengemasan dan Penandaan Kemasan, serta<br \/>\n5.1.10 Persyaratan Tambahan.<br \/>\n5.2 Selain itu, apabila suatu bagian dengan judul identik dengan yang dirujuk dalam ayat 5.1 muncul dalam spesifikasi ini, bagian tersebut boleh memuat persyaratan yang menggantikan persyaratan dalam Spesifikasi B 251. Dalam hal terjadi konflik, spesifikasi ini berlaku lebih tinggi.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>6. Bahan dan Pembuatan<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">6.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Bahan-Bahan<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n6.1.1 Bahan baku pembuatan harus berupa billet, batang, atau tabung tembaga dengan nomor UNS C10200, C10300, C10800, C12000, atau C12200 dan harus memiliki kualitas yang cukup baik untuk diproses menjadi produk tabung sebagaimana diuraikan.<br \/>\n6.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Pembuatan<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n6.2.1 Tabung harus diproduksi melalui proses pengerjaan panas atau dingin yang menghasilkan struktur tempa seragam dan homogen pada produk akhir. Tabung harus ditarik dingin hingga mencapai ukuran dan ketebalan dinding akhir, serta mengalami proses bright annealing untuk memenuhi temper yang ditentukan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><strong><span class=\"fontstyle0\">7. Komposisi Kimia<br \/>\n<\/span><\/strong><span class=\"fontstyle2\">7.1 Bahan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Tabel 1 untuk tembaga yang dispesifikasikan.<br \/>\n7.2 Batas spesifikasi ini tidak melarang keberadaan unsur-unsur lain. Tidak dilarang menetapkan batas untuk unsur-unsur yang tidak disebutkan dan mewajibkan analisis berdasarkan kesepakatan antara produsen atau pemasok dengan pembeli.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4184\" aria-describedby=\"caption-attachment-4184\" style=\"width: 1069px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4184\" src=\"\/wp-content\/uploads\/B68-Table-1-Chemical-Compositions.jpg\" alt=\"B68 Tabel 1 Komposisi Kimia\" width=\"1069\" height=\"161\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4184\" class=\"wp-caption-text\">Tabel 1 Komposisi Kimia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>8. Temper<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">8.1 Tabung harus disediakan dalam salah satu dari dua temper anneal berikut:<br \/>\n<\/span><\/p>\n<table class=\"NormalTable\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"104\"><span class=\"fontstyle4\">Dilunakkan (O)<br \/>\nO50<br \/>\nO60 <\/span><\/td>\n<td width=\"132\"><span class=\"fontstyle4\">Penunjukan Temper<br \/>\n(Annealing ringan)<br \/>\n(Annealing lunak)<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span class=\"fontstyle2\">8.1.1 Temper didefinisikan dalam Klasifikasi B 601.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><strong><span class=\"fontstyle0\">9. Ukuran Butir<br \/>\n<\/span><\/strong><span class=\"fontstyle2\">9.1 Tabung dalam kondisi temper O50 (dilunakkan ringan) dan O60 (dilunakkan sempurna) harus memenuhi persyaratan dalam Tabel 2.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_4185\" aria-describedby=\"caption-attachment-4185\" style=\"width: 516px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4185\" src=\"\/wp-content\/uploads\/B68-Table-2-Average-Grain-Size-Requirements.jpg\" alt=\"B68 Tabel 2 Persyaratan Ukuran Butir Rata-rata\" width=\"516\" height=\"73\" srcset=\"https:\/\/www.bundytubes.com\/wp-content\/uploads\/B68-Table-2-Average-Grain-Size-Requirements.jpg 516w, https:\/\/www.bundytubes.com\/wp-content\/uploads\/B68-Table-2-Average-Grain-Size-Requirements-300x42.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 516px) 100vw, 516px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-4185\" class=\"wp-caption-text\">Tabel 2 Persyaratan Ukuran Butir Rata-rata<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong><span class=\"fontstyle0\">10. Persyaratan Sifat Mekanis<br \/>\n<\/span><\/strong><span class=\"fontstyle2\">10.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Kekuatan Tarik<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n10.1.1 Tabung harus memiliki kekuatan tarik minimum 30 ksi saat diuji sesuai dengan Metode Uji E 8.<br \/>\n10.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Perpanjangan<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n10.2.1 Elongasi tarik tabung harus minimal 40 % (panjang jarak ukur 2 inci) saat diuji sesuai dengan<br \/>\nMetode Uji E 8.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>11. Persyaratan Kinerja<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">11.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Ekspansi<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n11.1.1 Apabila ditentukan dalam kontrak atau pesanan pembelian, diameter luar tabung yang disuplai harus mampu diperluas sebagai berikut saat diuji sesuai dengan Metode Uji B 153.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<table class=\"NormalTable\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"135\"><span class=\"fontstyle4\">Diameter Luar, inci<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle4\">3<\/span><span class=\"fontstyle4\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle4\">4 <\/span><span class=\"fontstyle4\">dan di bawah<br \/>\nlebih dari <\/span><span class=\"fontstyle4\">3<\/span><span class=\"fontstyle4\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle4\">4 <\/span><\/td>\n<td width=\"104\"><span class=\"fontstyle4\">Ekspansi, %<br \/>\n40<br \/>\n30<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span class=\"fontstyle2\">11.1.1.1 Tabung yang telah diperluas tidak boleh menunjukkan retakan atau pecah yang terlihat melalui pemeriksaan visual tanpa menggunakan peralatan khusus atau peningkatan, kecuali penggunaan lensa korektif.<br \/>\n11.1.2 Uji perataan merupakan alternatif opsional terhadap uji ekspansi untuk tabung yang dianil dengan diameter lebih dari 4 inci.<br \/>\n11.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Perataan<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n11.2.1 Apabila ditentukan dalam kontrak atau pesanan pembelian, tabung harus mampu ditekan pipih sesuai dengan<\/span> <span class=\"fontstyle0\">metode yang dijelaskan dalam 21.2.6.1 dan tidak boleh mengandung retakan atau cacat yang terlihat oleh mata telanjang pada bagian yang diratakan.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>12. Pemeriksaan Mikroskopis<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">12.1 Sampel Tembaga UNS Nos. C10200, C10300, dan C12000 harus bebas dari kuprooksida sebagaimana ditentukan oleh Prosedur A dari Metode Uji B 577. Apabila Tembaga UNS Nos. C10800 atau C12200 disuplai, pemeriksaan tidak diwajibkan. Dalam hal terjadi perselisihan, metode penengah (referee) harus digunakan sesuai Prosedur C dari Metode Uji B 577.<\/span><span class=\"fontstyle2\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><strong><span class=\"fontstyle0\">13. Kerapuhan Akibat Hidrogen<br \/>\n<\/span><\/strong><span class=\"fontstyle2\">13.1 Sampel Tembaga UNS Nos. C10200, C12000, dan C12200 harus mampu lulus uji kerapuhan menurut Prosedur B dari Metode Uji B 577. Pelaksanaan uji ini secara aktual tidak bersifat wajib berdasarkan ketentuan spesifikasi ini kecuali secara tegas dinyatakan dalam informasi pemesanan. Dalam hal terjadi perselisihan, metode penengah (referee) harus digunakan sesuai Prosedur C dari Metode Uji B 577.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>14. Pengujian Tanpa Merusak<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">14.1 Berdasarkan kesepakatan antara produsen dan pembeli, setiap tabung hingga 3<\/span><span class=\"fontstyle2\">1<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle2\">8 <\/span><span class=\"fontstyle2\">inci dalam diameter luar harus diuji secara elektromagnetik (arus eddy). Untuk pengujian ini, tabung harus diperiksa dalam kondisi akhir ditarik atau dilunakkan, sebelum digulung atau dalam bentuk lurus sebelum pelunakan akhir.<br \/>\n14.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Elektromagnetik (Arus Eddy)<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n14.2.1 Ketika diperiksa sesuai dengan Praktik E 243, tabung yang tidak mengaktifkan perangkat pelapor pada unit pengujian<br \/>\ndianggap memenuhi persyaratan pengujian tersebut.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>15. Pembelian untuk Lembaga Pemerintah AS<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">15.1 Apabila kontrak atau pesanan pembelian menyatakan bahwa pembelian dilakukan untuk lembaga pemerintah AS, tabung yang disuplai harus memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Persyaratan Tambahan Spesifikasi B 251.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>16. Dimensi dan Variasi yang Diizinkan<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">16.1 Dimensi dan toleransi untuk produk yang dicakup oleh spesifikasi ini harus sesuai dengan yang ditentukan dalam tabel-tabel berikut dan paragraf terkait Spesifikasi B 251:<br \/>\n16.1.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Toleransi Ketebalan Dinding<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014Tabel 1.<br \/>\n16.1.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Toleransi Diameter<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014Tabel 3.<br \/>\n16.1.3 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Toleransi Panjang<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014Tabel 5 dan Tabel 6.<br \/>\n16.1.4 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Ketegaklurusan Potongan<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014Lihat bagian Ketegaklurusan Potongan.<br \/>\n16.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Gulungan, Toleransi Panjang<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014Lihat Tabel 2, Tabel 3, Tabel 4, dan Tabel 5 dalam spesifikasi ini.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4183\" src=\"\/wp-content\/uploads\/Table-3-5.jpg\" alt=\"\" width=\"520\" height=\"617\" srcset=\"https:\/\/www.bundytubes.com\/wp-content\/uploads\/Table-3-5.jpg 520w, https:\/\/www.bundytubes.com\/wp-content\/uploads\/Table-3-5-253x300.jpg 253w\" sizes=\"auto, (max-width: 520px) 100vw, 520px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"fontstyle0\"><strong>17. Pengerjaan, Permukaan Akhir, dan Penampilan<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">17.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Pengerjaan<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n17.1.1 Tabung yang disuplai harus bersih, bebas dari kotoran, kerak, dan cacat lainnya; namun, cacat permukaan yang sifatnya tidak mengganggu aplikasi yang dimaksud diperbolehkan.<br \/>\n17.1.2 Tabung harus mengalami proses bright annealing setelah operasi drawing terakhir atau, apabila diperlukan, setelah proses coiling.<br \/>\n17.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Selesai dan Penampilan<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n17.2.1 Permukaan dalam dan luar tabung harus tampak khas seperti permukaan tembaga yang mengalami proses bright annealing.<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\"><br \/>\n<strong>18. Pengambilan Sampel<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">18.1 Ukuran lot, ukuran bagian, dan pemilihan bagian sampel harus sebagai berikut:<br \/>\n18.1.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Ukuran Lot<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014Ukuran lot adalah 10 000 lb atau pecahannya.<br \/>\n18.1.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Ukuran Porsi<\/span><span class=\"fontstyle2\">\u2014Bagian sampel harus dipilih agar mewakili lot sesuai jadwal berikut:<\/span><\/p>\n<table class=\"NormalTable\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"135\"><span class=\"fontstyle4\">Jumlah Potongan per Lot<br \/>\n1 hingga 50<br \/>\n51 hingga 200<br \/>\n201 hingga 1500<br \/>\nLebih dari 1500<br \/>\n<\/span><\/td>\n<td width=\"104\"><span class=\"fontstyle4\">Jumlah Portion Sampel yang Harus Diambil<br \/>\n1<br \/>\n2<br \/>\n3<br \/>\n0,2 % dari jumlah total potongan dalam lot, namun tidak melebihi 10 potongan<br \/>\n<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span class=\"fontstyle4\"><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle2\">18.1.2.1 Dalam hal tabung dikirim dalam bentuk gulungan (coils), potongan dengan panjang yang cukup untuk seluruh uji yang diperlukan harus dipotong dari setiap gulungan yang dipilih untuk pengujian. Sisa bagian dari gulungan yang dipilih tersebut tetap dimasukkan dalam pengiriman, dan variasi panjang yang diizinkan untuk gulungan tersebut dibebaskan.<br \/>\n18.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Komposisi Kimia<\/span><span class=\"fontstyle2\">:<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">18.2.1 Sampel komposit harus disiapkan dari berat yang kira-kira sama yang diambil dari bagian-bagian sampel dan disiapkan sesuai dengan Practice E 255. Berat minimum sampel komposit adalah 150 g.<br \/>\n18.2.2 Pabrikan berhak memilih waktu pengambilan sampel, baik pada saat coran dituangkan maupun dari produk setengah jadi. Apabila komposisi telah ditentukan selama proses manufaktur, pengambilan sampel dari produk akhir tidak diwajibkan.<br \/>\n18.2.3 Apabila pengambilan sampel dilakukan pada saat coran dituangkan, paling sedikit dua sampel harus diambil: satu setelah awal pengecoran dan satu lagi mendekati akhir pengecoran, untuk setiap kelompok coran yang dituangkan secara bersamaan dari sumber logam cair yang sama.<br \/>\n18.2.4 Apabila sampel diambil dari produk setengah jadi, satu sampel harus diambil untuk mewakili tiap 10.000 lb atau pecahannya, kecuali tidak lebih dari satu sampel per potong yang diwajibkan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle2\"><strong>19. Jumlah Uji dan Uji Ulang<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">19.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n19.1.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Komposisi Kimia<\/span><span class=\"fontstyle0\">\u2014Harus ditentukan sebagai rata-rata aritmetika hasil dari paling sedikit dua penentuan ulang untuk masing-masing unsur yang ditentukan.<br \/>\n19.1.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Tarik, Perpanjangan, dan Ukuran Butir<\/span><span class=\"fontstyle0\">\u2014Harus dilaporkan sebagai rata-rata hasil dari spesimen uji dan masing-masing spesimen harus memenuhi persyaratan spesifikasi.<br \/>\n19.1.3 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Lainnya<\/span><span class=\"fontstyle0\">\u2014Paling sedikit dua spesimen harus disiapkan untuk masing-masing uji lainnya dan masing-masing harus memenuhi persyaratan uji.<br \/>\n19.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Ulang<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n19.2.1 Apabila hasil pengujian oleh pembeli tidak memenuhi persyaratan spesifikasi produk, pabrikan atau pemasok berhak melakukan pengujian ulang.<br \/>\n19.2.2 Pengujian ulang dilakukan sesuai arahan dalam spesifikasi ini untuk pengujian awal, kecuali jumlah spesimen uji yang harus dua kali lipat dari jumlah biasanya diperlukan untuk pengujian tersebut.<br \/>\n19.2.3 Seluruh hasil pengujian ulang harus memenuhi persyaratan spesifikasi ini; kegagalan memenuhi persyaratan tersebut menjadi alasan penolakan seluruh lot.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle2\"><strong>20. Persiapan Spesimen<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">20.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Komposisi Kimia<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n20.1.1 Persiapan spesimen analisis untuk penentuan komposisi kimia menjadi tanggung jawab laboratorium pelapor.<br \/>\n20.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Ukuran Butir, Pemeriksaan Mikroskopis, dan Kerapuhan Akibat Hidrogen<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n20.2.1 Spesimen uji harus dipersiapkan sesuai dengan Panduan E 3.<br \/>\n20.2.1.1 Permukaan spesimen harus menyerupai penampang longitudinal radial tabung.<br \/>\n20.3 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Tarik dan Perpanjangan<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n20.3.1 Spesimen uji harus berupa penampang penuh tabung dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam bagian \u2019Spesimen untuk Pipa dan Tabung\u2019 dalam Metode Uji E 8, kecuali bila keterbatasan mesin pengujian menghalangi penggunaan spesimen semacam itu.<br \/>\n20.3.2 Spesimen uji yang sesuai dengan Spesimen No. 1 pada Gambar 13 dalam Metode Uji E 8 dapat diterima apabila spesimen penampang penuh tidak dapat digunakan.<br \/>\n20.4 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Ekspansi (Pin)<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n20.4.1 Spesimen uji harus dipersiapkan sesuai dengan Metode Uji B 153.<br \/>\n20.5 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Perataan<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n20.5.1 Spesimen uji sepanjang 4 inci harus dipotong dari salah satu ujung dua potong tabung. Tidak diperlukan persiapan khusus.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle2\"><strong>21. Metode Pengujian<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">21.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Analisis Kimia<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n21.1.1 Dalam hal terjadi perselisihan, komposisi kimia ditentukan sebagai berikut:<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle4\">Metode Uji Unsur<br \/>\nTembaga E 53<br \/>\nFosfor E 62<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">21.1.2 Metode pengujian untuk penentuan unsur-unsur yang dipersyaratkan dalam perjanjian kontrak atau pesanan pembelian harus disepakati antara produsen\/pemasok dan pembeli.<br \/>\n21.2 Tabung yang disediakan harus memenuhi sifat fisik dan mekanis serta semua persyaratan lainnya dalam spesifikasi ini ketika diuji atau diperiksa sesuai dengan metode pengujian atau praktik yang sesuai berikut ini:<br \/>\n<\/span><\/p>\n<table class=\"NormalTable\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Uji <\/span><\/td>\n<td width=\"119\"><span class=\"fontstyle4\">Metode atau Prosedur Pengujian<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Ukuran butir <\/span><\/td>\n<td width=\"119\"><span class=\"fontstyle4\">E 112<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Tarik <\/span><\/td>\n<td width=\"119\"><span class=\"fontstyle4\">E 8<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Perpanjangan<br \/>\nEkspansi (uji pin) <\/span><\/td>\n<td width=\"119\"><span class=\"fontstyle4\">E 8<br \/>\nB 153<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Pemeriksaan mikroskopis <\/span><\/td>\n<td width=\"119\"><span class=\"fontstyle4\">B 577<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Prosedur A<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Embrittlement hidrogen <\/span><\/td>\n<td width=\"119\"><span class=\"fontstyle4\">B 577<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Prosedur B<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Uji perataan <\/span><\/td>\n<td width=\"119\"><span class=\"fontstyle4\">Bagian 21.2.6<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"201\"><span class=\"fontstyle4\">Pemeriksaan Elektromagnetik (arus eddy)<\/span><\/td>\n<td width=\"119\"><span class=\"fontstyle4\">E 243<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span class=\"fontstyle0\">21.2.1 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Ukuran Butir<\/span><span class=\"fontstyle0\">\u2014Dalam hal sengketa, ukuran butir ditentukan dengan metode intersep.<br \/>\n21.2.2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Kekuatan Tarik<\/span><span class=\"fontstyle0\">\u2014Dalam hal sengketa, kekuatan tarik ditentukan sesuai dengan Metode Uji E 8.<br \/>\n21.2.3 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Pemeriksaan mikroskopis<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n21.2.3.1 Prosedur A harus diikuti; namun, dalam hal perselisihan, Prosedur C dalam Metode Uji B 577 harus diikuti.<br \/>\n21.2.4 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Embrittlement Hidrogen<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n21.2.4.1 Prosedur B harus diikuti; namun, dalam hal perselisihan, Prosedur C dalam Metode Uji B 577 harus diikuti.<br \/>\n21.2.5 <\/span><span class=\"fontstyle3\">Uji Elektromagnetik (Arus Eddy)<\/span><span class=\"fontstyle0\">\u2014Setiap pipa dengan diameter hingga dan termasuk 3 inci<\/span><span class=\"fontstyle0\">1<\/span><span class=\"fontstyle0\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle0\">8 <\/span><span class=\"fontstyle0\">inci dalam diameter luar harus diuji dengan uji arus eddy. Pengujian mengikuti prosedur dalam Practice E 243. Tabung harus dilewatkan melalui unit uji arus eddy yang disetel untuk memberikan informasi mengenai kesesuaian tabung untuk aplikasi yang dimaksud.<br \/>\n21.2.5.1 Standar kedalaman takikan atau lubang bor harus digunakan.<br \/>\n(<\/span><span class=\"fontstyle3\">a<\/span><span class=\"fontstyle0\">) Standar kedalaman takikan, dibulatkan ke angka terdekat 0,001 inci, harus sebesar 22 % dari ketebalan dinding. Toleransi kedalaman takikan harus <\/span><span class=\"fontstyle5\">6<\/span><span class=\"fontstyle0\">0.0005 in.<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\" style=\"color: var(--colorfont); letter-spacing: 0.02em;\">(<\/span><span class=\"fontstyle1\" style=\"color: var(--colorfont); letter-spacing: 0.02em;\">b<\/span><span class=\"fontstyle0\" style=\"color: var(--colorfont); letter-spacing: 0.02em;\">) Lubang yang dibor harus dibor secara radial melalui dinding menggunakan jig bor yang sesuai yang dilengkapi bushing untuk memandu mata bor, dengan kehati-hatian agar tidak terjadi distorsi pada tabung selama proses pengeboran. Diameter lubang yang dibor harus sesuai dengan ketentuan berikut dan tidak boleh menyimpang lebih dari +0,001, -0,000 inci dari diameter lubang yang ditentukan.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span class=\"fontstyle3\">Diameter Luar Tabung, inci<br \/>\n<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">Diameter Lubang Bor, inci<br \/>\n<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">Nomor Bor<br \/>\n<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"fontstyle3\">1<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">4 <\/span><span class=\"fontstyle3\">ke <\/span><span class=\"fontstyle3\">3<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">4<\/span><span class=\"fontstyle3\">, incl<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">\u00a00.025<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">72<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"fontstyle3\">Lebih dari <\/span><span class=\"fontstyle3\">3<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">4 <\/span><span class=\"fontstyle3\">ke 1, termasuk<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\"> 0.031\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">68<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"fontstyle3\">Lebih dari 1 hingga 1<\/span><span class=\"fontstyle3\">1<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">4<\/span><span class=\"fontstyle3\">, incl<br \/>\n<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\"> 0.036<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\"> 64<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"fontstyle3\">Lebih dari 1<\/span><span class=\"fontstyle3\">1<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">4 <\/span><span class=\"fontstyle3\">ke 1<\/span><span class=\"fontstyle3\">1<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">2<\/span><span class=\"fontstyle3\">, incl\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">0.042\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">58<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"fontstyle3\">Lebih dari 1<\/span><span class=\"fontstyle3\">1<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">ke 1<\/span><span class=\"fontstyle3\">3<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">4<\/span><span class=\"fontstyle3\">, incl<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\"> 0.046\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">56<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"fontstyle3\">Lebih dari 1<\/span><span class=\"fontstyle3\">3<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">4 <\/span><span class=\"fontstyle3\">ke 2, termasuk<br \/>\n<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">0.052\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span class=\"fontstyle3\">55<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span class=\"fontstyle0\">21.2.5.2 Sebagai alternatif, atas pilihan produsen, menggunakan unit arus eddy yang tidak sensitif terhadap kecepatan dan dilengkapi kemampuan memilih sebagian dari sinyal ketidakseimbangan maksimum, maka sinyal ketidakseimbangan maksimum berikut ini harus digunakan:<\/span><\/p>\n<table class=\"NormalTable\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"128\"><span class=\"fontstyle3\">Ukuran Tabung Standar, inci <\/span><\/td>\n<td width=\"147\"><span class=\"fontstyle3\">Persentase Maksimum<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"147\"><span class=\"fontstyle3\">Besaran Sinyal Ketidakseimbangan<br \/>\n0,2<br \/>\n0,3<br \/>\n0,4<\/span><\/td>\n<td width=\"128\"><span class=\"fontstyle3\">Hingga <\/span><span class=\"fontstyle3\">3<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">8<\/span><span class=\"fontstyle3\">, incl<br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle3\">1<\/span><span class=\"fontstyle3\">\u2044<\/span><span class=\"fontstyle3\">2 <\/span><span class=\"fontstyle3\">ke 2, termasuk<br \/>\nLebih dari 2 hingga 3, termasuk <\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span class=\"fontstyle0\">21.2.5.3 Tabung yang tidak mengaktifkan perangkat pelapor pada alat uji arus eddy dianggap memenuhi persyaratan pengujian ini. Tabung yang menunjukkan ketidakkontinuan berdasarkan indikasi unit pengujian, atas pilihan produsen, dapat diperiksa ulang atau diuji ulang guna menentukan apakah ketidakkontinuan tersebut<\/span><span class=\"fontstyle0\">menjadi alasan penolakan. Sinyal yang terbukti disebabkan oleh kerusakan mekanis ringan, kotoran, atau kelembaban tidak menjadi alasan penolakan tabung selama dimensi tabung masih berada dalam batas yang ditentukan dan tabung tetap sesuai untuk aplikasi yang dimaksud.<br \/>\n21.2.6 <\/span><span class=\"fontstyle1\">Uji Perataan<\/span><span class=\"fontstyle0\">:<br \/>\n21.2.6.1 Spesimen harus ditekan pipih secara perlahan menggunakan press sehingga alat ukur yang diatur pada ketebalan dinding tabung dikalikan tiga dapat melewati bagian yang ditekan pipih tanpa hambatan.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span class=\"fontstyle4\"><strong>22. Kata Kunci<\/strong><br \/>\n<\/span><span class=\"fontstyle0\">22.1 dianil cerah; tabung tembaga; tabung tanpa kelim; pipa tembaga<\/span><\/p>\n<script type=\"text\/javascript\" charset=\"utf-8\" src=\"http:\/\/w.sharethis.com\/widget\/?wp=7.1.2\"><\/script>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pipa tembaga C12200 yang diproduksi sesuai standar ASTM B68 untuk aplikasi otomotif.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3225,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-4182","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-standard","post_format-post-format-gallery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4182\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bundytubes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}